Ikhlas artinya memurnikan tujuan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dari hal-hal yang mengotorinya. Arti lainnya adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan, mengabaikan pandangan mahluk dengan cara selalu berkonsentrasi kepada Allah.
Ikhlas adalah syarat diterimanya amal shalih yang dilaksanakan sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ (QS. Al-Bayyinah:5). Niatkan semua kegiatan hanya untuk Allah agar mendaptkan pahalanya
Dengan ikhlas maka akan selamat dari godaan setan (QS. Shad: 83)
Cara mendapatkan keikhlasan yaitu dengan mencintai Allah dan menggantungkan seluruh harapan di akhirat
Resep/tips untuk ikhlas yaitu dengan memupus kesenangan-kesenangan hawa nafsu, ketamakan terhadap dunia dan mengusahakan agar hati selalu terfokus kepada akhirat
Orang yang hatinya penuh dengan kecintaan kepada Allah dan akhirat pasti seluruh aktivitas hariannya akan mencerminkan cita-citanya sehingga seluruh kegiatannya dilakukan dengan ikhlas. Orang yang telah dikalahkan oleh gemerlap dunia, derajat, pangkat jabatan dan segala sesuatu selain Allah, seluruh aktivitasnya merupakan cerminan terhadap harapan-harapannya.
Orang yang paling merugi adalah orang yang merasa sudah melakukan banyak hal padahal yang dikerjakannya itu semua sia-sia. Ini banyak terjadi di akhirat kelak.
Ya'qub berkata, "Orang ikhlas adalah yang menyembunyikan kebaik-kebaikan dirinya sebagaimana ia menyembunyikan keburukan-keburukannya"
As-Suusiy berkata, "Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka ikhlasnya masih membutuhkan keikhlasan lagi"
Merasa ikhlas adalah 'ujub yang merupakan salah satu perusak keikhlasan
Ayyub berkata, "Bagi pada aktivis, mengikhlaskan niat jauh lebih sulit daripada melakukan sluruh aktivitas"
Sebagian ulama berkata, "Ikhlas sesaat berarti keselamatan abadi. Tetapi ikhlas itu sulit sekali"
Suhail pernah ditanya tentang sesuatu yang palih berat bagi diri. Ia menjawab, "Ikhlas, sebab dengan ikhlas, diri tidak mendaptkan bagian dari apa yang dikerjakan sama sekali"
Duhail berkata, "Meninggalkan suatu amal karena orang lain adalah riya'. Sedangkan beramal karena orang lain adalah syirik. Adapun ikhlas adalah ketika Allah menyelmatkanmu dari keduanya"
Refleksi
Sebagai orang awam seringkali amal yang dikerjakan sudah terasa ikhlas. Murni hanya untuk Allah. Padahal bisa jadi seringkali amal tersebut dikerjakan karena tidak mau jadi bahan pembicaraan orang lain, malu ataupun alasan lainnya. Maka dengan demikian amal tersebut dilakukan bukan karena Allah. Itu bukan ikhlas.
Ikhlas ternyata sulit sekali. Orang yang paham tentang ilmu maka akan paham betapa sulitnya ikhlas itu. Sampai-sampai jika seseorang benar-benar ikhlas sedikit atau sebentar saja di waktu hidupnya maka dia akan selamat. Berat
Hal yang bisa dilakukan adalah berusaha untuk memiliki sifat ikhlas tersebut dan memohon pertolongan Allah agar diberikan kemudahan untuk menjadi hamba-Nya yang ikhlas.